Workshop Implementasi Akademi Esensi TIK

Rabu, 01 Desember 2010

Pada selasa (30/11) di Hotel Patra Bali Tuban diselenggarakan workshop Implementasi Akademi Esensi TIK untuk pimpinan pemerintah yang berasal dari para pejabat di SKPD baik dari Prov. Bali maupun dari beberapa provinsi lainnya di Indonesia berjumlah 40 orang.

Ketua panitia Udi Rusadi dalam laporannya menyampaikan secara garis besar pelatihan ini bertujuan untuk menyongsong Implementasi UU ITE dan UU KIP serta untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang penerapan tata kelola TIK yang selaras dengan birokrasi pemerintah yang mendukung proses transformasi serta mendorong terjadinya pertukaran informasi, pengetahuan dan pengalaman dalam usaha-usaha pengembangan e-goverment berdasarkan praktek-praktek terbaik untuk meningkatkan tingkat keberhasilannya.

Workshop ini menghadirkan pembicara dari tim Universitas Indonesia serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Yudho Giri Sucahyo, dari UI menyampaikan materi tentang Akademi Esensi TIK untuk Pemerintahan. Dana Indra Sensuse, UI menyampaikan materi tentang kaitan antara TIK pembangunan yang bermakna, pengantar MDG dan TIK gambaran besar. Yova Ruldeviyani, UI menyampaikan materi tentang penerapan TIK untuk pembangunan (bagian 1). Untuk materi penerapan TIK untuk pembangunan (bagian 2) dan materi faktor kunci penggunaan TIK dalam pembangunan disampaikan Yudho Sucahyo, UI. Welcome Reception (diselenggarakan oleh by UN-APCICT) diikuti oleh peserta pelatihan dan anggota GC meeting (9 negara). Hari terakhir kegiatan ini akan dilaksanakan tinjauan lapangan keKodya Denpasar yang akan dipandu Tim Universitas Indonesia dan Kominfo.

Kepala bidang Litbang SDM Cahyana Ahmadjayadi dalam arahannya menyampaikan Workshop Esensi TIK untuk pimpinan Pemerintahan atau Chief Information Officer (CIO) di seluruh Indonesia, yang diselenggarakan kemkominfo RI yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia serta Pusat Pelatihan TIK Asia Pasifik – UNESCAP atau UN-APCICT.

Kepala UN-APCICT, secara khusus kami sampaikan selamat datang dan terima kasih untuk Dr. Shuk Rhee atas kehadirannya dalam workshop kali ini. Kerjasama yang sangat bagus Indonesia dengan UN-APCICT, dalam upaya meningkatkan kualitas SDM pimpinan pemerintah dalm rangka mewujudkan target sasaran WSIS dan MDGs. Modul yang disusun telah digunakan dalam pelatihan CIO seluruh pimpinan pemerintah di Indonesia.

Sekretaris Daerah Pemprov Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Drs. Ketut Sura Wirawan mengatakan di era keterbukaan informasi public no 14 tahun 2008 mengamanatkan bahwa untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat, dan sederhana maka setiap Badan Publik agar menunjuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi serta membuat dan mengembangkan system penyediaan layanan informasi secara cepat, mudah, dan wajar sesuai dengan petunjuk teknis standar layanan Informasi Publik yang berlaku secara nasional.

Denpasar, Rabu 1 Desember 2010
Pranata Humas
Dinas Perhubungan Informasi Prov Bali