Pelatihan Teknis Kehumasan: Humas Harus Percaya Diri dan Jujur

Senin, 11 April 2011

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Perhubungan Bambang S. Erfan didampingi kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali I Made Santha, M.Si membuka secara resmi pelatihan teknis kehumasan public speaking dan media relation yang diikuti Dinas Perhubungan Kab/Kota se-Bali beserta jajaran Perhubungan, Kamis (7/4) di Aula Administrator Bandara Ngurah Rai Denpasar.

Dalam sambutannya Bambang S. Erfan menyampaikan pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menangani kehumasan, serta memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam menghadapi implementasi Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, disamping juga untuk menyamakan persepsi bagaimana menangani kehumasan masalah transportasi yang tidak mempunyai batasan, begitu juga bidang perhubungan lainnya.

Bambang S. Erfan mengatakan pelatihan kehumasan berlangsung sehari, menghadirkan 2 pembicara yang cukup ternama yaitu putra Nababan dari RCTI, membawakan materi tentang Media Relation dimana dalam pemaparannya disampaikan media relation merupakan pekerjaan yang melibatkan jenis media (televisi, radio, cetak dan online). Dengan tujuan untuk menginformasikan kepada publik misi kebijakan, kegiatan positif, konsistensi dan kredibilitas dari sebuah organisasi, biasanya media relation berarti berkoordinasi dengan pihak-pihak yang memproduksi berita, mengingat sebagai seorang humas hendaknya mengenali media yang ada.

Soraya Haque Soekarno membawakan materi tentang public speaking yang mana dalam paparannya menyampaikan tentang etika komunikasi, komunikasi yang efektif, komunikasi verbal non verbal, unsur-unsur penting komunikasi antar perorangan. Mengapa public relation dianggap penting mengingat alasan psikologis kesan yang buruk, citra yang baik, kondisi yang kompetitif, repleksi sikap yang tanggung jawab, sosial tidak sama, mengorbankan masyarakat demi keuntungan ekonomi sesaat. Lebih jauh Soraya Haque menekankan sebagai seorang humas dalam menghadapi wartawan harus mempunyai 24 prinsip dasar diantaranya : terus terang dan jujur, mudah dihubungi, cepat memberikan tanggapan, tidak membedakan dalam menyampaikan berita baik atau buruk kualitas hubungan harus sama, mengantisipasi keingintahuan wartawan dan siapkan fakta-faktanya, bersikap ramah dan personal, dan lain-lainnya. (Arti)