Nyepi Tahun Caka 1933, Bandara Ngurah Rai Ditutup 24 Jam Penuh

Sabtu, 19 Februari 2011

(Denpasar, 17 Pebruari 2011). Bandar Udara Ngurah Rai, Bali, kembali bakal ditutup 24 jam penuh. Penutupan salah satu Bandara paling sibuk di Indonesia oleh Pemerintah Indonesia itu dipastikan bakal dilakukan pada hari Sabtu 5 Maret 2011 mulai pukul 06.00 Wita sampai dengan Minggu 6 Maret 2011 pukul 06.00 Wita. Penutupan ini merupakan yang ke-13 kali sejak tahun 1999 lalu.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda ProvinsiBali I Putu Suardhika mengemukakan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 003.2/19476/DPIK tanggal 30 Nopember 2010 perihal Surat Edaran Berkaitan Dengan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1933. Dalam SE tersebut, Gubernur menegaskan bahwa Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1933 jatuh pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2011. Pada hari itu, seluruh umat Hindu di Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian (empat kewajiban berkenaan Hari Raya Nyepi). Keempat kewajiban umat itu adalah: Pertama, amati geni yang berarti tidak menyalakan api/lampu dan tidak mengumbar/mengobarkan hawa nafsu. Kedua, amati karya yang berarti tidak melakukan kegiatan/kerja fisik melainkan tekun melakukan penyucian rohani. Ketiga, amati lelungan yaitu tidak bepergian kemana-mana melainkan senantiasa mulat sarira/mawas diri di rumah, dan Keempat, amati lelanguan yaitu tidak mengadakan hiburan/rekreasi atau bersenang-senang lainnya.
Agar umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan sebaik-baiknya sesuai ajaran agama Hindu, maka Gubernur menegaskan 6 (enam) hal. Pertama, pelaksanaan Hari Raya Nyepi dimulai dari tanggal 5 Maret 2011 pukul 06.00 Wita sampai dengan tanggal 6 Maret 2011 pukul 06.00 Wita. Kedua, bagi instansi pemerintah dan swasta yang mengemban tugas pelayanan pada Hari Raya Nyepi tersebut agar menyiapkan petugas di tempat tugas sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Ketiga, sesuai dengan surat Dirjen Perhubungan Udara tanggal 1 September 1999 Nomor AU/2696/DAU/1796/99 perihal pengoperasian Bandara Ngurah Rai Bali, ditegaskan bahwa penerbangan domestik maupun internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama dari Bandara Ngurah Rai ditiadakan. Penerbangan domestik maupun penerbangan internasional transit tetap diijinkan, tetapi dilarang mengangkut penumpang dengan tujuan akhir atau berangkat dari Denpasar.
Bagi penerbangan lintas (overfly), technical landing dan emergency landing (termasuk medical evacuation) tetap diijinkan dengan catatan awak pesawat dan penumpang harus tetap berada di wilayah Bandara selama Hari Raya Nyepi. Khusus kepada tour operator diminta agar menjelaskan kepada para wisatawan tentang arti dan makna Hari Raya Nyepi pada saat memasarkan paket wisata sehingga tidak timbul salah penafsiran mengenai hakekat Hari Raya Nyepi.
Keempat, SE Gubernur Bali tersebut juga menegaskan bahwa semua pintu masuk lewat pelabuhan laut di seluruh Bali ditutup. Kelima, semua terminal bus di seluruh Bali juga ditutup total. Dan keenam, dispensasi secara tradisional yang dikeluarkan oleh Desa Pakraman/Desa Adat/Banjar seperti mengangkut orang sakit, melahirkan, atau kapancabayan tetap berlaku sesuai tradisi.
Suardhika mengemukakan, SE Gubernur Bali ini ditujukan kepada Mendagri , Menlu, Menhub dan Menteri Komunikasi dan Informatika , instansi pemerintah terkait, pengelola Bandara internasional Ngurah Rai – Bali, pengelola Pelabuhan Laut dan ASDP Bali dan perusahaan penerbangan, perusahaan pelayaran dan asosiasi terkait.
Lebih lanjut dijelaskan, seluruh umat beragama yang ada di Bali memberikan penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian ini. Masyarakat internasional juga sangat menghormati Nyepi ini sebagai aksi nyata umat Hindu di Bali terhadap alam beserta segala isinya sekaligus dipandang sebagai upaya pelestarian lingkungan sehingga dibawah prakarsa Badan Lingkungan Hidup PBB (United Nastions Environment Programme, UNEP) telah mengadopsi praktek Nyepi menjadi World Silent Day (WSD) setiap tanggal 21 Maret setiap tahunnya. “Pada World Silent Day itu seluruh dunia diajak menghentikan penggunaan energi dan tidak mengendarai kendaraan bermotor selama 4 (empat) jam mulai pukul 10.00 sampai dengan 14.00 waktu setempat,” pungkas Suardhika. (Sua)

Download Surat Edaran Gubernur Nomor 003.2/19476/DPIK ...