Kesiapsiagaan Sekolah Terhadap Bencana

Selasa, 30 Nopember 2010

Plh. Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan perlindungan masyarakat provinsi Bali
I Made Sukadana, SH., MT, senin (29/11) di Hotel INNA Sindhu Beach, Jl Pantai Sindhu no 14 Sanur Denpasar - Bali pada acara pelatihan kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana bekerja sama dengan PPMU Provinsi Bali sebagai penanggung jawab kegiatan SCDRR-UNDP di Bali dengan berkoordinasi dengan SCDRR Jakarta, Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Dalam sambutannya Sukadana mengatakan bahwa negeri kita ini rawan terhadap berbagai bencana. Berbagai bencana yang baru saja melanda negeri kita seperti banjir bandang di Wasior, Tsunami di Mentawai dan letusan gunung Merapi di Yogyakarta merupakan contoh beragamnya bencana dinegeri kita ini. Hal ini mengisyaratkan kepada kita semua bahwa penanggulangan bencana perlu dilaksanakan secara serius agar tidak sampai menimbulkan korban yang sangat besar.

Sementara penanggulangan bencana sendiri akan dapat berhasil dengan baik apabila kita semua menyadari risiko bencana yang ada, serta telah memiliki kemampuan untuk mengantisipasi bencana mungkin timbul atau lebih kita kenal dengan kesiapsiagaan terhadap bencana. Kesiapsiagaan bencana sendiri dapat kita lakukan denganmemberikan pengetahuan yang cukup kepada masyarakat mengenai bencana itu sendiri. Karena bencana dapat diredam secara berarti jika masyarakat mempunyai informasi yang cukup dan didorong pada budaya pencagahan dan ketahanan terhadap bencana.

Drs. I Gst. Ngr. Bagus Rudy Hermawan, ketua panitia kegiatan menyampaikan, kegiatan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 29 november sampai dengan tanggal 1 desember 2010 bertujuan untuk terintegrasinya elemen-elemen PRB (Pengurangan Resiko Bencana) di sekolah serta terbangunnya budaya keselamatan dan siaga bencana (kesiapsiagaan)diantara pemangku kepentingan dalam sektor pendidikan untuk mendidik generasi muda agar menjadikan PRB (Pengurangan Resiko Bencana) sebagai sebuah nilai social dimasyarakat yang akan diturunkan ke generasi berikutnya.

Lebih jauh Drs. I Gst. Ngr. Bagus Rudy Hermawan mengharapkan pada akhir pelatihan peserta memahami kerangka kerja pendidikan pengurangan risiko bencana yang diitegrasikan dalam satuan pendidikan, mampu menyusun Model SSB (Sekolah Siaga Bencana) yang sesuai untuk sekolah/Kabupaten/kota masing-masing, mampu bertindak sebelum/saat/setelah terjadi bencana baik secara individu maupun kolektif serta mampu mamfasilitasi penyusunan Rencana Aksi Sekolah PRB (Pengurangan Resiko Bencana).

Materi yang disampaikan antara lain Pendidikan dan Kebencanaan Provinsi Bali oleh kepala bidang pendidikan dan olah raga Gst. Agung Suyasa. Penanggulangan bencana di Indonesia, Pendidikan pengurangan resiko bencana, Kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana, serta Rencana aksi sekolah, Penyusunan rencana aksi sekolah (RASPRB) disampaikan oleh Pelatih KPB (Kemampuan Penanggulangan Bencana). Sedangkan Paparan pengintegrasian pendidikan PRB (Pengurangan Resiko Bencana) ke dalam kurikulum dan kedalam mata pelajaran, mulok, pengembangan diri disampaikan oleh Pelatih PUSKUR.

Denpasar, Senin 29 November 2010

Pranata Humas,
Dinas Perhubungan Informasi Prov Bali